PERKATA.ID–SAMARINDA. Demi menciptakan kualitas media yang menuju arah profesional tentu diperlukan sebuah pengelolaan perusahan yang baik. Terlebih di Samarinda pertumbuhan media online sangat berkembang pesat.
Hal ini tentu dibutuhkan keterlibatan organisasi dalam merangkul dan memberikan edukasi terkait proses menuju kearah profesionalisme dalam mengembangkan perusahaan media.
“Kami menyadari dan ikut bertanggung jawab atas peningkatan kualitas dan mutu serta produk berita yang dihasilkan dari perusahaan media,” ucap Abdurahman, Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kaltim, saat melakukan diskusi bersama pimpinan media online, Sabtu (21/8/2021) di Kantor PWI Kaltim, Jalan Biola Samarinda.
Selain itu, dijelaskan Rahman biasa ia disapa bahwa organisasi yang ia pimpin membantu perusahaan media menjadi perusahaan yang produktif dan mampu mensejaterakan pekerjanya, serta memfasilitasi perusahaan media terverifikasi di Dewan Pers dalam kelengkapan administrasi dan faktual.
“Sebagai pilar demokrasi, SMSI Kaltim tidak membatasi jumlah anggota,” jelasnya.
” SMSI tidak masuk pada wilayah bisnis masing-masing perusahaan media. Menyadari masing-masing perusahaan media memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Baik dari sisi produk maupun bisnis,” tambahnya.
Diskusi yang melibatkan pemilik perusahaan media tersebut berjalan serius namun santai, berbagai pertanyaan disampaikan terkait beberapa persoalan yang menjadi hal penting yang selama ini menjadi masalah dari pemilik media, mulai dari legalitas hukum perusahaan, hingga pengelolaan pajak yang harus diselesaikan media ketika akhir tahun.
Salah satunya Andi Wahyudi, Direktur media online apakabar.co tersebut menyampaikan beberapa hal terkait persoalan yang dihadapi perusahaannya, dirinya mengapresiasi langkah SMSI yang sudah mengundang perwakilan media online untuk berdiskusi terkait perkembangan media di Kaltim dan Samarinda pada khsusnya.
“Kami menglami kesulitan terkait proses pembuatan izin perusahaan dipemerintahan, selain itu persoalan laporan pajak juga menjadi masalah. Masih adanya miskomunikasi,” sebutnya.
Andi berharap agar dalam hal ini SMSI dapat memberikan edukasi dan pendampingan dalam prosesnya. Karena menurutnya semua pemilik media online di Samarinda menginginkan menjadi media yang profesional sesuai dengan aturan dari Dewan Pers.






















