Search
KATA TERKINI

Kebijakan Pengalihan Peserta JKN Dipertanyakan, Pemkot Samarinda Angkat Suara

Pesta Gol di Segiri! Borneo FC Bantai PSBS 5-1, Tekanan ke Persib Makin Panas

Disorot Publik, Seno Aji Tegaskan Anggaran Rumah Jabatan untuk Kepentingan Pelayanan

Agus Aras Tekankan Peran Keluarga Hadapi Tantangan Sosial Lewat Sosialisasi Perda

Agus Aras Tekankan Pentingnya Partisipasi Publik dalam Pengambilan Kebijakan Daerah

Kebijakan Pengalihan Peserta JKN Dipertanyakan, Pemkot Samarinda Angkat Suara

Pesta Gol di Segiri! Borneo FC Bantai PSBS 5-1, Tekanan ke Persib Makin Panas

Disorot Publik, Seno Aji Tegaskan Anggaran Rumah Jabatan untuk Kepentingan Pelayanan

Agus Aras Tekankan Peran Keluarga Hadapi Tantangan Sosial Lewat Sosialisasi Perda

Agus Aras Tekankan Pentingnya Partisipasi Publik dalam Pengambilan Kebijakan Daerah

Pemkot Samarinda Buka Operasional Pasar Pagi Bertahap, Penataan Lapak Masih Dievaluasi

Asisten II Pemkot Samarinda, Marnabas Patiroy
Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Print

PERKATA.ID-SAMARINDA. Pemerintah Kota Samarinda mulai mengaktifkan kembali kegiatan perdagangan di Pasar Pagi setelah proses penyerahan lapak kepada pedagang hampir rampung. Mulai Rabu (31/12/2025), ratusan pedagang dipastikan sudah dapat kembali membuka usaha mereka di lokasi pasar.

Asisten II Pemkot Samarinda, Marnabas Patiroy, menyebut pembukaan Pasar Pagi dilakukan secara bertahap agar tidak menghambat pedagang yang sudah siap berjualan. Pada tahap awal, sebanyak 1.661 pedagang atau sekitar 92 persen dari total 1.804 pedagang terdata telah menerima kunci lapak.

“Pedagang yang sudah menerima kunci bisa langsung berjualan. Kita tidak ingin mereka menunggu terlalu lama hanya karena persoalan administrasi pedagang lain,” ujar Marnabas, Selasa (30/12/2025).

Namun demikian, Pemkot mengakui masih terdapat pekerjaan rumah dalam penataan lapak, terutama terkait pengelompokan jenis usaha. Sejumlah pedagang eceran diketahui menempati lapak di lantai atas yang dinilai kurang sesuai dengan karakter usaha mereka.

Menurut Marnabas, kondisi tersebut terjadi akibat ketidaksinkronan data pedagang pada sistem pendataan digital sebelumnya. Pemkot bersama Dinas Perdagangan memastikan akan melakukan evaluasi dan penyesuaian ulang.

“Pedagang eceran dan grosir tidak bisa disatukan. Sistem jualannya berbeda, sehingga harus ditata ulang agar pasar bisa hidup,” jelasnya.

Pemkot menegaskan bahwa kriteria utama pedagang yang dapat menempati lapak pada tahap pertama adalah kepemilikan Surat Keterangan Tempat Usaha Berjualan (SKTUB) yang aktif serta kesesuaian data usaha.

“Yang masuk tahap pertama ini datanya jelas dan lengkap. Untuk yang masih bermasalah administrasi, akan kita tangani di tahap berikutnya,” katanya.

Total pedagang Pasar Pagi Samarinda diperkirakan mencapai sekitar 2.500 orang. Sekitar 700 pedagang sisanya akan masuk tahap kedua, khusus bagi mereka yang masih memiliki kendala administrasi, seperti SKTUB tidak aktif atau perbedaan data pemilik lapak dan pelaku usaha.

Sementara itu, terkait agenda peresmian Pasar Pagi, Pemkot memastikan tetap akan menggelar seremoni resmi, namun waktunya tidak berbarengan dengan hari pertama operasional pedagang.

“Kita fokus dulu ke aktivitas jual beli. Peresmian kemungkinan awal tahun, nanti akan diatur,” pungkas Marnabas.

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Print