Search
KATA TERKINI

Kebijakan Pengalihan Peserta JKN Dipertanyakan, Pemkot Samarinda Angkat Suara

Pesta Gol di Segiri! Borneo FC Bantai PSBS 5-1, Tekanan ke Persib Makin Panas

Disorot Publik, Seno Aji Tegaskan Anggaran Rumah Jabatan untuk Kepentingan Pelayanan

Agus Aras Tekankan Peran Keluarga Hadapi Tantangan Sosial Lewat Sosialisasi Perda

Agus Aras Tekankan Pentingnya Partisipasi Publik dalam Pengambilan Kebijakan Daerah

Kebijakan Pengalihan Peserta JKN Dipertanyakan, Pemkot Samarinda Angkat Suara

Pesta Gol di Segiri! Borneo FC Bantai PSBS 5-1, Tekanan ke Persib Makin Panas

Disorot Publik, Seno Aji Tegaskan Anggaran Rumah Jabatan untuk Kepentingan Pelayanan

Agus Aras Tekankan Peran Keluarga Hadapi Tantangan Sosial Lewat Sosialisasi Perda

Agus Aras Tekankan Pentingnya Partisipasi Publik dalam Pengambilan Kebijakan Daerah

Upaya Pelestarian Pesut di Desa Pela, Kolaborasi Seluruh Stakeholder Menyelamatkan Spesies Istimewa

Pesut Mahakam di Desa Pela. (Istimewa)
Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Print

PERKATA.ID-Kutai Kartanegara. Orcaella Brevirostris, atau biasa disebut Pesut, sering kali ditemukan di wilayah Sungai Mahakam, Pulau Kalimantan, Indonesia. Hewan ini salah satu jenis lumba-lumba sungai yang sangat istimewa.

Pesut memiliki tubuh berwarna abu-abu dan garis-garis putih yang mengelilingi mata. Ciri khas lainnya dari Pesut, yakni terletak pada moncong yang lebih pendek dibandingkan lumba-lumba laut, membuat pesut memiliki daya tarik unik di alam liar.

Namun sangat disayangkan, spesies sejenis mamalia ini justru terancam punah. Faktor-faktor seperti rusaknya habitat pesut, polusi sungai, perburuan ilegal, hingga tangkapan sampingan dalam perikanan mengancam kelangsungan hidup mereka.

Upaya konservasi dan perlindungan habitat pesut menjadi sangat penting untuk menjaga keberlanjutan spesies yang langka dan indah ini. Seperti halnya yang dilakukan oleh Desa Pela di Kabupaten Kutai Kartanegara.

Desa Pela telah memilih untuk berkontribusi secara nyata dalam pelestarian pesut dengan mengembangkan ekowisata berbasis pesut. Hal itu dikatakan Alimin Azarbaijan, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Pela.

Menurutnya, upaya pelestarian pesut di Desa Pela Kutai Kartanegara bukanlah usaha yang dilakukan sendirian. Pemerintah setempat, perusahaan dan semua pihak yang terlibat saling berkolaborasi untuk melestarikan Pesut.

“Sejak dulu kita sudah berkoordinasi dengan pemerintah dan semua pihak yang peduli dengan Pesut. Termasuk, melakukan kerja sama dengan Yayasan Konservasi Rasi. Ini adalah yayasan yang selalu mengawasi pesut di Desa Pela. Kami bermitra dengan mereka,” ungkapnya, saat dihubungi melalui telepon seluler.

Selain kolaborasi dengan pemerintah, Desa Pela Kutai Kartanegara juga menjalin kerja sama dengan Universitas Mulawarman (Unmul) mengenai kondisi air di Sungai Mahakam.

Hal tersebut sangat penting dilakukan untuk memahami dampak limbah-limbah, seperti limbah sawit atau batu bara terhadap habitat pesut. Hasilnya, lingkungan pesut di Desa Pela Kutai Kartanegara relatif terjaga dari dampak negatif.

“Kita juga bekerja sama dengan Universitas Mulawarman mengenai keadaan air, berapa kadar air, itu harus tahu dulu, karena pesut harus kita jaga. Apakah keadaan air ini kena dampak dari limbah-limbah sawit atau batu bara, ternyata tidak, kita jauh dari limbah,” terangnya.

Upaya pelestarian pesut lanjut Alimin, juga didukung oleh perusahaan seperti Pertamina Hulu Mahakam melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Juga, mendapat respon positif dari Badan Usaha Milik Desa, komunitas lokal, dan banyak pihak lainnya yang berperan aktif dalam melindungi pesut.

“Mereka mengumpulkan data soal populasi pesut dan melakukan pemantauan untuk bisa mengidentifikasi masalah kematian pesut. Kita juga menanam berbagai pohon di danau maupun pinggiran sungai setiap bulannya,” jelasnya.

Harapannya upaya pelestarian pesut di Desa Pela di Kalimantan terus berlanjut. Desa Pela adalah contoh nyata bagaimana kolaborasi antar stakeholder akan memberikan dampak positif dalam menjaga spesies-spesies yang terancam punah.

“Pelestarian ini juga akan menciptakan pengalaman berharga bagi para wisatawan yang datang untuk melihat pesut di habitat alaminya,” katanya.

Tertarik melakukan perjalanan perahu sungai untuk melihat pesut di habitat alaminya? Silahkan ke Desa Pela Kutai Kartanegara. Informasi lebih lanjut silahkan hubungi Alimin Azarbaijan: 0813-4724-3689. (Adv)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Print