Search
KATA TERKINI

Kebijakan Pengalihan Peserta JKN Dipertanyakan, Pemkot Samarinda Angkat Suara

Pesta Gol di Segiri! Borneo FC Bantai PSBS 5-1, Tekanan ke Persib Makin Panas

Disorot Publik, Seno Aji Tegaskan Anggaran Rumah Jabatan untuk Kepentingan Pelayanan

Agus Aras Tekankan Peran Keluarga Hadapi Tantangan Sosial Lewat Sosialisasi Perda

Agus Aras Tekankan Pentingnya Partisipasi Publik dalam Pengambilan Kebijakan Daerah

Kebijakan Pengalihan Peserta JKN Dipertanyakan, Pemkot Samarinda Angkat Suara

Pesta Gol di Segiri! Borneo FC Bantai PSBS 5-1, Tekanan ke Persib Makin Panas

Disorot Publik, Seno Aji Tegaskan Anggaran Rumah Jabatan untuk Kepentingan Pelayanan

Agus Aras Tekankan Peran Keluarga Hadapi Tantangan Sosial Lewat Sosialisasi Perda

Agus Aras Tekankan Pentingnya Partisipasi Publik dalam Pengambilan Kebijakan Daerah

IKN Sedot Penduduk hingga 6 Juta Jiwa, Wagub Kaltim Ajak Warga Tinggalkan Tambang

Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji
Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Print

PERKATA.ID-SAMARINDA. Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, diprediksi membawa lonjakan besar jumlah penduduk Kalimantan Timur. Wakil Gubernur Kaltim H Seno Aji menyebut populasi Benua Etam yang saat ini sekitar 4 juta jiwa bisa meningkat menjadi 5 hingga 6 juta jiwa seiring berjalannya pembangunan IKN.

Lonjakan penduduk tersebut, menurut Seno Aji, bukan hanya tantangan, tetapi juga peluang emas bagi masyarakat lokal untuk mengambil peran strategis dalam menopang kebutuhan ibu kota baru Republik Indonesia.

“IKN ini bukan sekadar proyek fisik, tapi ekosistem baru. Kalau masyarakat Kaltim hanya jadi penonton, peluang besar ini akan diambil daerah lain,” ujar Seno Aji dalam Diskusi Panel IKN sebagai Tonggak Kemajuan Indonesia di Kantor Gubernur Kaltim, Senin (26/1/2026).

Ia menegaskan, warga lokal kini harus diposisikan sebagai pelaku utama, bukan sekadar objek pembangunan. Salah satu sektor yang paling terbuka adalah pemenuhan kebutuhan pangan untuk jutaan penduduk baru di kawasan IKN.

Berdasarkan kajian Badan Pusat Statistik (BPS), Seno Aji menyebut ekonomi yang terbukti bertahan bukan lagi ekonomi berbasis eksploitasi sumber daya alam, melainkan ekonomi kerakyatan yang bertumpu pada produksi dan konsumsi lokal.

“Kita harus berani berubah. Anak-anak muda Kaltim jangan hanya bangga bekerja di tambang batu bara. Justru lebih membanggakan kalau mereka bisa mengelola kebun, beternak, dan memenuhi kebutuhan pangan IKN,” katanya.

Ia mengungkapkan, saat ini sebagian kebutuhan pangan di Kaltim bahkan masih dipasok dari luar daerah. Salah satunya pengiriman sekitar 10 truk telur dari Sulawesi Selatan untuk memenuhi permintaan konsumsi di kawasan IKN.

“Padahal IKN membutuhkan ikan, sayur, ayam, daging, dan kebutuhan pokok lainnya setiap hari. Seharusnya ini menjadi ladang usaha masyarakat Kaltim sendiri,” tegasnya.

Diskusi panel tersebut menghadirkan Deputi Bidang Pengendalian Pembangunan Otorita IKN Dr Thomas Umbu Pati Tena Bolodadi sebagai narasumber utama, dengan pembahas dari kalangan akademisi dan tokoh daerah, di antaranya Wakil Rektor Universitas Mulawarman Prof Moh Banzar, Rektor UNU Kaltim Dr H Farid Wadjdy, serta mantan Gubernur Kalimantan Utara Dr Irianto Lambrie.

Acara ini turut dihadiri tokoh masyarakat, pimpinan organisasi kemasyarakatan, perangkat daerah Pemprov Kaltim, serta mahasiswa yang diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi baru di sekitar IKN.

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Print