Search
KATA TERKINI

Kebijakan Pengalihan Peserta JKN Dipertanyakan, Pemkot Samarinda Angkat Suara

Pesta Gol di Segiri! Borneo FC Bantai PSBS 5-1, Tekanan ke Persib Makin Panas

Agus Aras Minta Realisasi Aspirasi Warga Kutim Dievaluasi Berkala

Disorot Publik, Seno Aji Tegaskan Anggaran Rumah Jabatan untuk Kepentingan Pelayanan

Agus Aras Tekankan Peran Keluarga Hadapi Tantangan Sosial Lewat Sosialisasi Perda

Kebijakan Pengalihan Peserta JKN Dipertanyakan, Pemkot Samarinda Angkat Suara

Pesta Gol di Segiri! Borneo FC Bantai PSBS 5-1, Tekanan ke Persib Makin Panas

Agus Aras Minta Realisasi Aspirasi Warga Kutim Dievaluasi Berkala

Disorot Publik, Seno Aji Tegaskan Anggaran Rumah Jabatan untuk Kepentingan Pelayanan

Agus Aras Tekankan Peran Keluarga Hadapi Tantangan Sosial Lewat Sosialisasi Perda

Di Provinsi Kaltim, Baru Balikpapan dan Tenggarong yang Meraih Status KaTa Kreatif dari Kemenparekraf

Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno saat mendorong pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di Kota Balikpapan, Kaltim. (Istimewa)
Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Print

PERKATA.ID-SAMARINDA. Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) telah mendorong beberapa kabupaten dan kota di Bumi Etam untuk meraih status ‘KaTa Kreatif’, yakni singkatan dari Kabupaten/Kota Kreatif.

Program inisiatif dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) punya tujuan untuk menggali, memanfaatkan serta menumbuh kembangkan ekonomi kreatif (ekraf) unggulan daerah.

Tujuan lainnya, yakni membangun kesadaran dan komitmen semua pemangku kepentingan sehingga tercipta ekosistem pengembangan Kabupaten/Kota Kreatif yang kondusif.

Pada saat ini kata Awang Khalik, selaku Kabid Pengembangan Ekraf, Dispar Kaltim, ada dua kabupaten/kota di Provinsi Kaltim yang telah meraih status ‘KaTa Kreatif’, yakni Balikpapan dan Tenggarong, Kutai Kartanegara.

Bila Kota Balikpapan fokus pada subsektor aplikasi lanjut Awang, sapaan akrabnya, maka Tenggarong lebih fokus pada subsektor seni pertunjukan.

“Jadi, dua kabupaten/kota ini menjadi yang pertama mengajukan permohonan untuk program ‘KaTa Kreatif’ di wilayah Kaltim,” ujarnya, saat ditemui media ini beberapa waktu lalu.

Salah satu keuntungan dari program KaTa Kreatif, yakni untuk memberikan bantuan dan pendampingan kepada kabupaten dan kota yang sudah berhasil memenuhi spesifikasi dari Kemenparekraf.

“Mereka yang berstatus KaTa Kreatif akan diberikan bantuan, dimudahkan aksesnya dan akan mendapat dukungan dari Pemerintah Pusat melalui Kemenparekraf,” jelasnya, di ruang kerjanya, Kantor Dispar Kaltim.

Disinggung mengapa baru Balikpapan dan Tenggarong yang mendapat predikat ‘KaTa Kreatif’, Awang memaparkan bahwa sejatinya baru 2 kabupaten/kota ini yang bersemangat mengajukan program KaTa Kreatif.

“Kita di provinsi ini hanya sekedar mendorong saja, tapi untuk keputusan kebijakan segala macam ada di pemerintah daerah (pemda). Kebetulan waktu di Tenggarong itu Bu Rita yang mendorong betul. Bahkan beliau ini langsung tampil di depan untuk pemaparan,” bebernya.

“Nah kemudian di Balikpapan waktu itu istri Pak Rizal Effendi yang sangat aktif agar Kota Minyak bisa mendapatkan predikat ‘KaTa Kreatif’, kira-kira sudah 5 tahun yang lalu,” sambungnya.

Program ‘KaTa Kreatif’ diharapkan dapat memberikan dorongan signifikan bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Serta, dapat memajukan potensi seni dan budaya yang ada di Provinsi Kaltim. (Adv)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Print