Search
KATA TERKINI

Kebijakan Pengalihan Peserta JKN Dipertanyakan, Pemkot Samarinda Angkat Suara

Pesta Gol di Segiri! Borneo FC Bantai PSBS 5-1, Tekanan ke Persib Makin Panas

Agus Aras Minta Realisasi Aspirasi Warga Kutim Dievaluasi Berkala

Disorot Publik, Seno Aji Tegaskan Anggaran Rumah Jabatan untuk Kepentingan Pelayanan

Agus Aras Tekankan Peran Keluarga Hadapi Tantangan Sosial Lewat Sosialisasi Perda

Kebijakan Pengalihan Peserta JKN Dipertanyakan, Pemkot Samarinda Angkat Suara

Pesta Gol di Segiri! Borneo FC Bantai PSBS 5-1, Tekanan ke Persib Makin Panas

Agus Aras Minta Realisasi Aspirasi Warga Kutim Dievaluasi Berkala

Disorot Publik, Seno Aji Tegaskan Anggaran Rumah Jabatan untuk Kepentingan Pelayanan

Agus Aras Tekankan Peran Keluarga Hadapi Tantangan Sosial Lewat Sosialisasi Perda

Pembangunan Panggung Budaya di Desa Pela Kukar Capai 95 Persen

Progress Pembangunan Panggung Budaya di Desa Pela Kukar capai 95 Persen. (Istimewa)
Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Print

PERKATA.ID-Kutai Kartanegara. Pemerintah melalui Dinas Pariwisata (Dispar) Kalimantan Timur (Kaltim) terus berupaya meningkatkan sektor pariwisata di Benua Etam. Khususnya, di Desa Pela, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Di Desa Pela ini kata Noor Fathoni, Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata, Dispar Kaltim, pemerintah tengah membangun panggung budaya yang progressnya sudah mencapai 95 persen.

“Sudah 95 persen, tinggal proses pengecatan saja. Targetnya tahun ini selesai,” ungkapnya, beberapa waktu lalu, ketika ditemui media ini, di Ruang Kerjanya, Kantor Dispar Kaltim.

Panggung Budaya ini terletak di pinggir danau Tanjung Taman Noh, Desa Pela, Kabupaten Kutai Kartanegara. Akses ke Desa Pela kata Noor Fathoni, harus menempuh perjalanan sekitar 30 menit apabila melalui Kota Bangun.

“Jadi kalau mau ke sana harus menyeberang menggunakan ketinting dulu,” jelasnya.

Tujuan dari pembangunan panggung budaya di Desa Pela ini lanjut Noor Fathoni, tidak lain sebagai wadah atau tempat mengasyikkan yang nantinya bisa digunakan semua pelaku seni.

“Tentu, panggung budaya ini dapat digunakan untuk berbagai macam event seni di Desa Pela. Bahkan, bisa juga dimanfaatkan sebagai fasilitas untuk pelaku ekonomi kreatif (ekraf). Misalnya event ekraf yang ada hubungannya dengan musik, kriya, dan lain-lain,” bebernya.

Dalam konteks tersebut, ia sangat berharap agar pemerintah kabupaten/kota bersama provinsi bisa saling berkolaborasi. Mengingat, sektor pariwisata memerlukan dukungan dari berbagai pihak.

“Bersama-sama kita kembangkan program promosi pariwisata, infrastruktur wisata, dan berbagai macam pelatihan agar kualitas wisata kita semakin meningkat. Tujuannya, supaya pariwisata di wilayah tersebut dapat tumbuh dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar,” terangnya. (Adv)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Print