Search
KATA TERKINI

Empat Jurnalis Jadi Korban Represi Saat Aksi 214, Koalisi Pers Kaltim: Halangi Kerja Pers Bisa Dipidana

Aksi Massa Demontrasi di Kaltim Berakhir Tegang, Polisi Turunkan Water Cannon Bubarkan Massa

Agus Aras Dorong Kepatuhan Perda Ketenagakerjaan, Perusahaan Diminta Utamakan Pekerja Lokal

Kebijakan Pengalihan Peserta JKN Dipertanyakan, Pemkot Samarinda Angkat Suara

Agus Aras Ingatkan Bahaya Hoaks Politik, Dorong Warga Kutim Lebih Kritis

Empat Jurnalis Jadi Korban Represi Saat Aksi 214, Koalisi Pers Kaltim: Halangi Kerja Pers Bisa Dipidana

Aksi Massa Demontrasi di Kaltim Berakhir Tegang, Polisi Turunkan Water Cannon Bubarkan Massa

Agus Aras Dorong Kepatuhan Perda Ketenagakerjaan, Perusahaan Diminta Utamakan Pekerja Lokal

Kebijakan Pengalihan Peserta JKN Dipertanyakan, Pemkot Samarinda Angkat Suara

Agus Aras Ingatkan Bahaya Hoaks Politik, Dorong Warga Kutim Lebih Kritis

Aksi Massa Demontrasi di Kaltim Berakhir Tegang, Polisi Turunkan Water Cannon Bubarkan Massa

Massa Aksi Saat Membetangkan Spandul Raksasa di Depan Kantor Gubernur Kalrim
Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Print

PERKATA.ID-SAMARINDA. Aksi unjuk rasa Aliansi Perjuangan Masyarakat Kalimantan Timur (APM Kaltim) di Samarinda berujung bentrokan dengan aparat pada Selasa (21/4/2026). Polisi terpaksa membubarkan massa setelah sebagian demonstran bertahan dan melakukan tindakan anarkis.

Aksi yang digelar sejak siang awalnya berlangsung kondusif dengan penyampaian tuntutan kepada pemerintah daerah. Massa menyuarakan sejumlah aspirasi secara terbuka di lokasi unjuk rasa.

Koordinator lapangan, Fathurrahman, sempat menyatakan aksi selesai menjelang sore hari. Ia mengimbau peserta untuk membubarkan diri secara tertib. Sebagian massa mengikuti arahan tersebut, ditandai dengan mulai meninggalkan lokasi aksi.

Namun, tidak seluruh peserta membubarkan diri. Sejumlah kelompok tetap bertahan karena menilai tuntutan mereka belum direspons langsung oleh pemerintah provinsi, terutama karena ketidakhadiran Gubernur dan Wakil Gubernur di lokasi.

Aparat kepolisian kemudian mengeluarkan peringatan melalui pengeras suara agar massa segera membubarkan diri. Polisi juga menegaskan akan mengambil langkah tegas jika imbauan diabaikan.

Situasi berubah tegang ketika sebagian massa mulai melakukan pembakaran dan melempar benda ke arah petugas. Ketegangan pun tak terhindarkan.

Sekitar pukul 18.30 Wita, polisi bergerak membubarkan massa dengan mengerahkan water cannon. Sempat terjadi aksi saling lempar antara demonstran dan aparat sebelum kondisi berangsur terkendali.

Setelah pembubaran, massa perlahan meninggalkan lokasi. Situasi di sekitar area aksi kembali kondusif setelah sempat memanas.

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Print