Search
KATA TERKINI

Stadion Segiri Bergemuruh! Borneo FC Samarinda Menang dan Jaga Asa Juara

Mayoritas Fraksi Setuju, DPRD Kaltim Bersiap Bentuk Pansus Hak Angket

Borneo FC Libas Semen Padang, Pesut Etam Samai Poin Persib di Puncak

Empat Jurnalis Jadi Korban Represi Saat Aksi 214, Koalisi Pers Kaltim: Halangi Kerja Pers Bisa Dipidana

Aksi Massa Demontrasi di Kaltim Berakhir Tegang, Polisi Turunkan Water Cannon Bubarkan Massa

Stadion Segiri Bergemuruh! Borneo FC Samarinda Menang dan Jaga Asa Juara

Mayoritas Fraksi Setuju, DPRD Kaltim Bersiap Bentuk Pansus Hak Angket

Borneo FC Libas Semen Padang, Pesut Etam Samai Poin Persib di Puncak

Empat Jurnalis Jadi Korban Represi Saat Aksi 214, Koalisi Pers Kaltim: Halangi Kerja Pers Bisa Dipidana

Aksi Massa Demontrasi di Kaltim Berakhir Tegang, Polisi Turunkan Water Cannon Bubarkan Massa

Klappertaart Belanda Kuliner Khas Manado Kini Ada Di Samarinda

Klappertaart Kuliner Khas Kota Manado,
Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Print

PERKATA.IDSAMARINDA. Kue Klappertaart mungkin asing di telinga, namun bagi pencinta kuliner, makanan khas Kota Manado tersebut membuat siapapun yang menikmatinya akan menagih karena rasa tekstur  lembutnya menari-nari dilidah.

Selain memiliki rasa yang khas, kue klappertaart juga memiliki sejarah panjang keberadaannya di bumi nusantara. Kolonialisme di Manado meninggalkan begitu banyak bekas. Tak hanya dalam kehidupan sosial, tapi juga kekayaan kuliner. Penduduk Manado bagitu terbuka terhadap budaya yang masuk. Hal itu disebabkan rasa toleransi tinggi yang dimiliki penduduk Manado. Banyak budaya Belanda yang terserap di Kota Manado sejak zaman penjajahan.

Dialah Marchella Grace Sanger, salah satu penggiat usaha kuliner klappertaart di Samarinda. Berbekal resep yang ia pelajari dari sang nenek yang masih memiliki darah Balanda, dirinya mengaku iseng karena mengisi waktu kosong dirumah dan membuat kue klappertaart bersama dangan sang ibu. Namun tak disangka dilingkungan keluarga, kue buatannya sangat disukai, bahkan teman kantornya pun ketagihan dan memesan secara pribadi.

“Awalnya iseng, bagi-bagi ke keluarga sama teman-teman kantor, akhirnya banyak yang usul kenapa gak dijual aja, itu di tahun 2019 tepatnya. Sejak itu saya mulai dari usaha rumahan,” ucapnya.

Marchella Grace Sanger, Owner Rumah Klappertaart Belanda Meymey

Meymey biasa ia disapa menjelaskan jika seiring berjalannya waktu itu memutuskan untuk mengontrak salah satu tempat dipusat Kota Samarinda yang ia jadikan kedai sebagai tempat ia menjual klappertaart dengan berbagai macam varian rasa. Selain itu klappertaart buatanya wanita cantik asal kampung Bahu, Manado tersebut selalu menggunakan bahan yang fresh dan premium, bahkan salah satu bahan ia pesan langsung dari negeri jiran Malaysia. Karena dirinya berprinsip jika rasa merupakan salah satu kualitas yang harus ia kedepankan bagi para  pelanggannya.

“Pasti donk, kualitas rasa selalu paling depan. Bahan dasar seperti kelapa, almon dan kenari selalu fresh saat saya mengolahnya menjadi kue klappertaart,” sebutnya.

Menikmati klappertaart buatanya tak perlu khawatir, selain rasa dan memiliki tekstur yang lebut ketika dimakan ia juga memastikan jika buatannya rendah lemak dan kalori.

Soal harga, tak perlu takut perempuan yang masih memiliki darah Belanda itu menyebut jika kue klappertaart dijamin tidak bikin kantong jebol. Mulai dari harga 10 ribu dengan kemasan yang kecil hingga 200 ribu dengan ukuran yang besar.

Jadi, tunggu apalagi kedai yang diberi nama Rumah Klappertaart Belanda Meymey terletak di Jalan Cendana Samarinda atau bisa juga pesan melalui online sambil kepoin varian rasa dan harga di instagram memey@ klappertaart dan klappertaart Belanda di akun Facebook nya.

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Print