Search
KATA TERKINI

Stadion Segiri Bergemuruh! Borneo FC Samarinda Menang dan Jaga Asa Juara

Mayoritas Fraksi Setuju, DPRD Kaltim Bersiap Bentuk Pansus Hak Angket

Borneo FC Libas Semen Padang, Pesut Etam Samai Poin Persib di Puncak

Empat Jurnalis Jadi Korban Represi Saat Aksi 214, Koalisi Pers Kaltim: Halangi Kerja Pers Bisa Dipidana

Aksi Massa Demontrasi di Kaltim Berakhir Tegang, Polisi Turunkan Water Cannon Bubarkan Massa

Stadion Segiri Bergemuruh! Borneo FC Samarinda Menang dan Jaga Asa Juara

Mayoritas Fraksi Setuju, DPRD Kaltim Bersiap Bentuk Pansus Hak Angket

Borneo FC Libas Semen Padang, Pesut Etam Samai Poin Persib di Puncak

Empat Jurnalis Jadi Korban Represi Saat Aksi 214, Koalisi Pers Kaltim: Halangi Kerja Pers Bisa Dipidana

Aksi Massa Demontrasi di Kaltim Berakhir Tegang, Polisi Turunkan Water Cannon Bubarkan Massa

Lakukan Peningkatan Perpustakaan Kaltim Hingga Kabupaten/Kota

Gedung DPK Kaltim, Jalan Ir. H. Juanda.
Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Print

PEKATA.IDSAMARINDA. Fasilitas, sarana dan perasarana (sarpras) perpustakaan yang ada di kabupaten/kota hingga pesedaan di Kalimantan Timur (Kaltim) hingga saat ini belum memadai.

Hal tersebut yang dikatakan oleh, ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim, Hasanuddin Mas’ud.

Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud mengatakan fasilitas, sarana dan prasarana perpustakaan daerah Kaltim masih sangat kurang.

Pun termasuk fasilitas, sarana dan prasarana perpustakaan yang ada di kabupaten/kota hingga pedesaan juga belum memadai.

“Perpustakaan kita kurang, bahkan bangunannya tidak layak,” katanya.

Menurutnya, meningkatkan literasi dan pendidikan masyarakat Kaltim adalah hal yang sangat penting.

Hasanuddin Mas’ud menyebut, pihaknya telah alokasi anggaran 20 persen untuk bidang pendidikan, diharapkan dapat berpengaruh pada pendidikan dan perpustakaan di Kaltim.

Khususnya, bangunan gedung perpustakaan daerah, politisi dari partai Golkar ini menilai masih kurang layak. Dia juga mendorong perbaikan perpustakaan juga dilakukan di seluruh kabupaten/kota.

“Karena ada 20 persen itu di bidang pendidikan, makanya kita ingin juga dibangun perpustakaan yang layak di setiap kabupaten/kota. Bahkan kalau bisa di kecamatan juga,” terangnya.

Dirinya meminta kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim untuk dapat menstimulan minat baca di Kaltim. Aapalagi, DPRD Kaltim telah mengalokasikan anggaran yang sangat besar bagi dunia pendidikan dan perpustakaan.

“Minat baca memang kurang, bagaimana menstimulasi minat baca ini harus dari pemerintah dan Kepala Dinas Pendidikan. Kalau kami setuju saja, program kita acc saja untuk pendidikan dan kesehatan besar, Rp 420 miliar kita anggarkan. Jadi terserah mereka karena program pendidikan dan kesehatan adalah nomor satu,” tutupnya.(Adv)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Print