PERKATA.ID–SAMARINDA. Kepala Perpustakan Nasional (Perpusnas) RI, Muhammad Syarif Bando, mengatakan perpustakaan memiliki tantangan dalam mengedepankan ide yang didasarkan pada akses yang adil terhadap informasi.
Dengan situasi global yang semakin lama semakin komplek, seluruh sektor harus melakukan perubahan yang luar biasa.
Diperlukannya kreativitas dan inovasi terus menerus dalam mengikuti perkembangan zaman, Senin (14/11/2022).
“Perpustakaan dituntut tidak sekedar memberikan layanan saja, tetapi juga memperhitungkan dampak dari layanan yang diberikan,” terang Syarif Bando.
Dirinya pun menilai, sudah seharusnya perpustakaan terlibat penuh dalam mendukung program pembangunan berkelanjutan.
Dalam pemulihan ekonomi dalam negeri, lanjut Syarif, perpustakaan memiliki peran penting sebagai ruang terbuka bagi masyarakat dalam meningkatkan kualitas hidup.
Sehingga, Perpusnas telah membangun paradigma dengan berorientasi pada pemanfaatan sumber daya perpustakaan dengan proporsi tersebar adalah perpustakaan untuk transfer pengetahuan.
“Untuk pengetahuan perpustakaan di Indonesia, Perpusnas telah memiliki program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan perpustakaan,”lanjutnya.
Program tersebut berupaya untuk merevitalisasi fungsi perpustakaan umum berbasis inklusi sosial. Perpustakaan umum direvitalisasi sebagai pusat kegiatan pemberdayaan masyarakat, yang berkomitmen pada peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat.
Ia berharap peran Perpusnas dalam penguatan perpustakaan umum semakin dirasakan oleh masyarakat. (Adv)






















