Search
KATA TERKINI

Stadion Segiri Bergemuruh! Borneo FC Samarinda Menang dan Jaga Asa Juara

Mayoritas Fraksi Setuju, DPRD Kaltim Bersiap Bentuk Pansus Hak Angket

Borneo FC Libas Semen Padang, Pesut Etam Samai Poin Persib di Puncak

Empat Jurnalis Jadi Korban Represi Saat Aksi 214, Koalisi Pers Kaltim: Halangi Kerja Pers Bisa Dipidana

Aksi Massa Demontrasi di Kaltim Berakhir Tegang, Polisi Turunkan Water Cannon Bubarkan Massa

Stadion Segiri Bergemuruh! Borneo FC Samarinda Menang dan Jaga Asa Juara

Mayoritas Fraksi Setuju, DPRD Kaltim Bersiap Bentuk Pansus Hak Angket

Borneo FC Libas Semen Padang, Pesut Etam Samai Poin Persib di Puncak

Empat Jurnalis Jadi Korban Represi Saat Aksi 214, Koalisi Pers Kaltim: Halangi Kerja Pers Bisa Dipidana

Aksi Massa Demontrasi di Kaltim Berakhir Tegang, Polisi Turunkan Water Cannon Bubarkan Massa

“Pulih Bersama Bangkit Perkasa” Judul Buku Tematik yang Diluncurkan Perpusnas RI

Buku tematik 'Pulih Bersama Bangkit Perkasa'
Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Print

PERKATA.IDSAMARINDA. Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika selaku Ketua Badan Koordinasi Humas (Bakohumas), Usman Kansong, sampaikan Perpustakaan Nasional RI (Perpusnas) melalui Perpusnas Press meluncurkan buku tematik.

Buku tematik tersebut berjudul ‘Pulih Bersama Bangkit Perkasa : Gagasan Optimis dari Indonesia untuk Kebangkitan Dunia Pasca Pandemi COVID-19’ di Gedung Perpusnas RI.

Penerbitan buku ini sebagai bentuk dukungan atas Presidensi G20 Indonesia Tahun 2022. Melalui buku ini diharapkan muncul gagasan-gagasan bagaimana mengambil manfaat dari perhelatan G20, Senin (14/11/2022).

Dari sisi komunikasi publik, penerbitan buku ini akan menjadi dokumentasi dan pengingat bahwa Indonesia pernah menjadi penyelenggara G20.

“Buku ini menjadi simbol gotong royong karena ditulis secara bersama-sama oleh 154 penulis menjadi 150 tulisan,” terang Usman Kansong.

“Apa manfaatnya untuk Indonesia dan dunia? Kita berharap dunia bisa pulih dari pandemi COVID-19 kendati banyak persoalan seperti krisis akibat konflik Rusia dan Ukraina,” sambungnya.

Di kesempatan yang sama, Kepala Perpusnas Muhammad Syarif Bando mengatakan, penerbitan buku tematik G20 ini dilakukan sebagai upaya menginformasikan melalui tulisan, yang kemudian dibaca dan dimengerti.

“Buku itu kalau dibandingkan dengan senjata jauh lebih dahsyat daripada senjata. Karena satu peluru memang menembus satu kepala, tapi sejatinya menghancurkan jutaan nilai kemanusiaan,” ujar Ivan sapaan karibnya.

“Sedangkan satu buku yang kita digitalkan akan menembus jutaan kepala sekaligus menumbuhkan miliaran nilai kemanusiaan baru,”imbuhnya.

Buku yang diterbitkan dalam empat jilid ini merupakan hasil kerja sama Perpusnas Press dengan Perkumpulan Rumah Produktif Indonesia, dimana isinya relevan dengan isu-isu prioritas yang diusung Indonesia dalam Presidensi G20, yakni arsitektur kesehatan global, transisi energi berkelanjutan dan transformasi digital dan ekonomi. (Adv)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Print