Search
KATA TERKINI

Stadion Segiri Bergemuruh! Borneo FC Samarinda Menang dan Jaga Asa Juara

Mayoritas Fraksi Setuju, DPRD Kaltim Bersiap Bentuk Pansus Hak Angket

Borneo FC Libas Semen Padang, Pesut Etam Samai Poin Persib di Puncak

Empat Jurnalis Jadi Korban Represi Saat Aksi 214, Koalisi Pers Kaltim: Halangi Kerja Pers Bisa Dipidana

Aksi Massa Demontrasi di Kaltim Berakhir Tegang, Polisi Turunkan Water Cannon Bubarkan Massa

Stadion Segiri Bergemuruh! Borneo FC Samarinda Menang dan Jaga Asa Juara

Mayoritas Fraksi Setuju, DPRD Kaltim Bersiap Bentuk Pansus Hak Angket

Borneo FC Libas Semen Padang, Pesut Etam Samai Poin Persib di Puncak

Empat Jurnalis Jadi Korban Represi Saat Aksi 214, Koalisi Pers Kaltim: Halangi Kerja Pers Bisa Dipidana

Aksi Massa Demontrasi di Kaltim Berakhir Tegang, Polisi Turunkan Water Cannon Bubarkan Massa

Aplikasi Srikandi Resmi Diluncurkan Perpusnas RI, Guna Percepat Sistem SPEB

Peresmian Aplikasi Srikandi.
Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Print

PERKATA.IDKALTIM. Kepala Perpusnas RI, Muhammad Syarif Bando mengungkapkan, SRIKANDI merupakan aplikasi yang diciptakan oleh ANRI untuk kepentingan negara dan implementasinya wajib dilakukan di seluruh kementerian/lembaga hingga pemerintah daerah.

Oleh sebab itu aplikasi Sistem Informasi Ke Arsipan Dinamis Terintegrasi (Srikandi), berlaku untuk seluruh kalangan umum.

Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI secara resmi meluncurkan Aplikasi SRIKANDI, Kamis (27/10/2022).

Aplikasi dalam upaya mempercepat terwujudnya Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dalam hal pengelolaan persuratan.

“Kenapa berlaku umum? Karena sebagaimana diatur di dalam Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan bahwa pertaggungjawaban penyelenggaraan ketatanegaraan dapat dilihat dari bagaimana sistem kearsipannya,”ungkapnya.

Syarif Bando menerangkan, aplikasi SRIKANDI diciptakan dengan fitur-fitur dan tujuan yang sangat baik.

Karena aplikasi tersebut memberikan progres tentang seluruh surat dinas yang masuk maupun yang telah dikirim. Sehingga siklus persuratan akan berjalan secara efektif dan efisien.

“Jadi ini adalah sebuah aplikasi yang akan memandu kita tapi harus diolah. Arsiparis dan jajarannya harus mampu melahirkan matriks persuratan pertahun untuk mengetahui betapa surat masuk dan keluar,” ujarnya.

Secara umum, Syarif Bando sangat mengapresiasi kegiatan peluncuran aplikasi SRIKANDi ini. Ia tetap mengingatkan kepada seluruh pemangku jabatan bahwa akan ada banyak tantangan yang harus ditindaklanjuti dalam implementasinya.

“Saya sangat berterimakasih atas koordinasi yang sangat baik dari ANRI kepada Perpusnas,” tuturnya.

“Dan saya juga mengapresiasi bahwa program ini sangat bagus tapi jangan lupa bahwa di balik itu, ada tantangan-tantangan yang harus kita tindaklanjuti sebagai pejabat negara,” tandasnya. (Adv)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Print